Monday, 9 October 2017

Ruang Tunggu Bandara Babullah Ternate 
Kamis, 7 Sepetember 2017 pukul 07.30 wit saya duduk disini bersama penumpang yang lain sambil mengotak - atik telpon genggam yang ada ditangan. kali ini matahari sangat indah, dengan cahaya yang begitu megah perlahan - lahan terbit di timur Kota Ternate membuat hari itu semakin lebih berwarna. disamping saya ada seoarang bapak yang berusia sekitar 60an tahun yang keliatan begitu berwibawa  duduk bersama istrinya. mereka keliatan keluarga yang sangat  bahagia sejak dulu, sampai seusia yang sekarang dalam hitungan Matematika diatas rata - ratapun  mereka tetap bersama jika berpergian, kali ini saya tidak menanyakan asal dan tujuan kemananya mereka tetapi hanya menikmati percakapan yang saya tidak tahu pasti skenarionya, senyum keduanya membuat saya teringat dengan mama, papa saya dirumah yang sebaya dengan mereka. 

Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 555 tujuan Surabaya telah mendarat" kata announcer dibandara Banullah Ternate yang tak pernah nampak. bapak yang disamping saya berserta istrinya keliatan sudah bersiap  membereskan barang - barang mereka ketika mendengar pengumuman itu. saya dan penumpang lainpun demikian. selang 15 menit kemudian kami dipanggil lewati Gate 4 untuk masuk kedalam pesawat yang mengantarkan kami ke bandara Juanda Internasional, Surabaya dalam waktu yang ditempuh kurang lebih 2 jam 40 menit. selama penerbangan saya merasakan begitu  nyaman dengan fasilitas dan pelayanannya para Pramugari Sriwijaya Air yang sangat baik.  bukan saya baru berpergian lagi sejak terakhir 2016 kemarin, tetapi ini suatu reliatas yang saya alami selama penerbangan. 20 jam 40 menit ini. di menit  terakhir dimana kami hanpir  tiba di  bandara Juanda Internasional, Pramugari mengumumkan untuk menggunakan sabuk pengaman bahkan disarankan untuk kembali ketempat bagi penumpang yang masih belum berada di seat masing- masing karna akan mendarat sesaat lagi. 20 menit berlalu dan akhirmnya Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJJ 555 mendarat dengan aman. dan akhirnya saya pun tiba dikota yang punya banyak kenangan yang saya tahu ketika belajar Sejarah di SD dulu. Finally I am here...

perjalanan ini tidak akan berarti tanpa ada bantun Aplikasi Traveloka yang sudah ada diaplikasi Handpone  saya sejak 2014 lalu.Dengan  Aplikasi Traveloka saya bisa berangakat ke Jakarta pada tahun 2015 dengan transit ke Makasar  bandara transit sesuai pilihan saya, ke Jayapura - Papua pada  tahun  2016 dengan bandara transit yang sama, dan kali ini ke Surabaya dengan waktu penerbangan pagi  sesuai keinginan saya. banyak manfaat ketika saya menggunakan Aplikasi Traveloka selain bisa booking seminggu, dua minggu atau bahkan sebulan sebelumnya, bisa juga memilih waktu penerbangan sesuai jadwal saya, bisa reschedule jika  ada perubahan jadwal. Aplikasi Traveloka sangat membantu untuk proses booking, tidak perlu membuang waktu untuk ke kantor Travel yang  dikota atau sekitar kita, tetapi dengan menggunakan Aplikasi Traveloka semuanya bisa teratasi dimana saja dan kapan saja. 

Trima Kasih Aplikasi Traveloka, partnert terbaik dalam berpergian.....

Foto                : Sriwijaya Air  SJ 555
Photographer  : Vidson Toory

lokasi              : Bandarah Babullah Ternate.
#Xiaomi 4i#

Monday, 2 October 2017

"A Friend in need is A friend indeed"






Persahabatan  Anak  Timur dan Barat Indonesia.

Ini bukan suatu kebutulan kami berada dan ketemu satu dengan yang lain. tetapi ini adalah rencana sang Khalik untuk anak - anakNya yang mempunyai mimpi  besar dalam hidup untuk mengubah dunianya, mewujudkan cita dan cinta kedepan demi diri sendiri, keluarga, daerah dan bangsa Indonesia. berasal dari latarbelakang yang berbeda baik suku, agama, pendidikan warna kulit dan tujuan hidup tidak menjadi alasan kita bisa bersatu dalam ikatan yang namanya Persahabatan. iya persahabatan yang bisa menyatukan keberbedaannya kita, persahabatan ini seperti pelangi yang begitu indah, perpaduan antara warna Putih, Merah, Biru, Jingga, Kuning dan Hijau dengan memiliki  fungsi dan arti  masing - masing.

Jika dihitung dengan hitungan Matematika maka persahabatan kita seperti angka 1  yang sangat berarti untuk kita. angka  ini menunjukan bawha hampir  1 bulan kita saling kenal, dengan durasi waktu yang tidak cukup sigkat, karena harus melewati beberapa proses untuk bisa bertahan. Proses demi proses telah berlalu dan  kembali kealasan utama kenapa kami berada disini, alasannya  adalah melengkapi kekurangan  dan menjawab tantangan  hidup kedepan. mengutip kata bijak yang tak asing bagi kita "dimana ada pertemuan maka adapula perpisahan" dan diantara kita  akan ada yang  berangkat meninggalkan tim persahabatan ini lebih awal.

perpisahan bukan akhir dari sebuah persahabatan, tetapi langkah awal untuk menentukan langkah  persahabatan selanjutnya. bangga bisa kenal kalian kak Eka (kedua dari kanan), seoarang ibu dokter dari Papua yang mempunyai integritas dan kepribadian yang baik, pengabdianmu di pelosok Papua itu suatu pengabdian terbesar yang tidak bisa dibeli dengan uang. Mba.Erina(keempat dari kanan) seorang alumni jursan Hubungan International disalah satu Universitas ternama dideaerah Jawa  yang akan segra  menyusul juga dengan  tujuan yang berbeda. dan kami (Mba.Soraya, asal Jakarta ketiga dari kanan yang mempunyai mimpi besar disuatu saat bisa belajar dinegara yang memiliki "White House" , Cristo dari Papua pertama dari kanan yang akan belajar di negara Kanguru untuk menjadi seorang pilot didaerah pelosok Papua, Bang.Munajir, asal Makasar Sulawesi Selatan belakang bertopi hitam sorang yang mempunyai semangat belajar yang tinggi dan sangat baik, Vidson, seorang anak daerah asal Jailolo, Halmahera Barat Maluku Utara yang punya misi untuk diwujudkan belajarnya di negeri Paman Sam dan Benua Biru (Eropa), dan Mba.Mira,fotographer seorang yang terlatih dalam hal mengambil gambar dan juga terlatih dalam laboratorium Fisika Jebolan kampus alumninya yang akan mewujudkan belajarnya di Munchester United Kingdom  ) yang masih bertahan disini dengan visi yang harus diselesaikan. selamat berkarya!!!.

"A Friend in need is A friend indeed"     

Lokasi : Pare Corner
Kampung Inggris,Pare Kediri,Jawa Timur.
Photographer : Mba.Mira