-From Jailolo to Europe-
| St.Michael's Basilicia,Castle Veszprem-Hungary |
Orang Kampung, Alifuru (Bahasa lokal Maluku Utara) itu yang ada dalam diri saya. Sebagai seorang Putra yang lahir dan besar di desa Bukumatiti di kecamatan Jailolo yang sekarang terkenal dengan event besarnya "Festival Teluk Jailolo" bagian Barat Halmahera.
Sejak kecil saya hidup selayaknya anak kampung, bermain dengan Teman - teman sebaya (permainan yang sekarang tak muncul lagi di peradaran) bahkan mandi di air kali (sungai) sampai larut malam pun ada. Serasa masa kecil dikampung itu seperti surga kecil didunia yang di titipkan oleh sang Khalik. disisi lain saya harus berjuang dengan Pendidikan. Waktu Sekolah Dasar (SD) saya menempuh di SD GMIH Bukumatiti di kampung saya (mungkin sekarang namanya sudah dirubah), tetapi saya menyelesaikannya di SDN Inpres 1 Akediri karna Horisontal Konflik(waktu itu dan sekarang sudah sangat aman dan nyaman), tetapi sempat juga belajar di SD GMIH Tedeng. pertanyaannya? kok tidak ada TK? maklum dikampung saya waktu itu belum ada TK adanya dikampung lain. SLTP N 1 Jailolo itu adalah tempat yang saya belajar dan diajari oleh orang - orang hebat dan sangat menginspirasi (dewan guruku yang terhormat) serta ketemu teman - teman kelas yang sangat luar biasa dan bervariasi talenta dan kebolehannya. SMA N 1 Jailolo adalah tempat saya menimba ilmu dari orang - orang yang tak kalah hebatnya (yang terhormat dewan guruku). saya kemudian mendapat seorang Wali kelas yang bidangnya Bahasa Inggris yang sangat amat mendorong saya dalam hal belajar. masih ingat betul beberapa katanya"kamu harus belajar Bahasa Inggris, biar bisa keluar negeri suatu saat nanti". trima kasih Wali kelasku.
Hal itu kemudian saya wujudkan dengan melanjutkan pendidikan ditingkat Universitas dengan meminta doa dan restu dari orang kedua orang tua saya. Sebenarnya jurusan yang ingin diambil adalah Hubungan International (HI),dengan harapan bisa menjadi seorang diplomat kemudian. Tetapi hal itu terhenti karna kondisi ekonomi keluarga yang dibawah Rata - rata karna harus kuliah diluar Maluku Utara. Keputusan akhirnya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Bahasa Inggris, Universitas Khairun Ternate menjadi tempat saya menimba ilmu kurang lebih 3 tahun 6 bulan.
Singkat cerita harapan saya untuk keluar negeri sempat terhenti beberapa tahun (karna berkerja dibeberapa instansi).Tetapi hal itu saya wujudkan kembali di tahun 2014, dengan mengikuti Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) perwakilan Malut ke Malaysia bersama dengan 33 Pemuda hebat lainnya dari belahan Nusantara. Di tahun yang sama saya dipercayakan mewakili Provinsi untuk program yang berbeda "Ketahanan Nasional untuk Pemuda (TANNASDA) dan Studi komperasi ke Bangkok- Thailand".Semangat keluar Negeri saya menjadi 360 derajat, saya kemudian diskusikan dengan keluarga (Mama, Papa, saudara bersaudara), bahkan semua pihak untuk saya melanjutkan Study ke Luar Negeri.
Dan Puji Tuhan, saya ada disini (Hungary- Eropa Tengah) untuk itu. Trima kasih untuk semua pihak yang telah mendukung saya sampai ketahap ini.
2018.10.08
Veszprem,Hungary - Europe
No comments:
Post a Comment